Tidak aku akui secara terang-terangan bahwa sebenarnya ada sesuatu yang masih nyata. Aku terlalu takut untuk mengatakan 'ya' karena aku tidak lagi ingin terluka. Bukan tentang siapa yang selama 9 tahun aku doakan, tapi tentang cerita lain yang pernah ada.
Sesekali datang, lalu kemudian pergi lagi. Itu yang kurasakan tanpa pernah aku mengakui secara terang-terangan jika sebenarnya, saat dia kembali aku selalu tersenyum lebih lebar dari hari-hari biasanya.
Berbeda cerita dengan yang lain. Berbeda pula orang yang ada didalam ceritanya. Dan berbeda pula caranya untuk kembali, meskipun hanya sekedar berbicara satu dua kata disebuah kolom percakapan.
Beda orang, beda hati.
Berbeda pula bagaimana caranya untuk menata hati. Yang satu tahun berbeda dengan yang berjalan sampai sembilan tahun.
Berbeda segala jalan dan berbeda pula cara untuk tetap bertahan dengan seolah-olah kuat.
Hati dan pikiran tidak bisa membohongi, meski mulut dan jari dapat menipu perkataan yang dingin diucapkan atau dituliskan.
Namun, hati dan pikiran selalu mengatakan yang sejujurnya tentang cerita-cerita yang sedang dirasakan tanpa pernah berlagak seolah ada yang disembunyikan.
Seberhasil apapun aku menyembunyikan dari satu dua pertanyaan, kenyataannya aku tidak bisa membohongi diriku sendiri.
Katakan padaku bahwa cerita kali ini akan berbeda dari yang lalu, agar aku tidak lagi terjebak dalam waktu yang tidak kutahu akan dirimu. Katakan pula padaku, jangan lagi datang jika hanya bertanya satu dua pertanyaan yang selalu sama setiap waktu. Karena setelah itu aku selalu menjadi lebih mengkhawatirkanmu.
Tetapi apalah aku, yang selalu ada saat kau pulang.
Meskipun awalnya tidak ingin menyambutmu dibalik gerbang.
Tapi selalu ada senyuman disaat kau memandang.
Dengan segala cerita yang berbeda ketika kau datang.
Dan dengan aku yang berusaha terus berjuang, untuk diriku sendiri agar tidak lagi merasakan 'kebahagiaan' saat kau kembali pulang.
Cerita lama yang tidak pernah akan padam, meski kurasa apinya telah tiada. Namun ternyata, ada sesuatu yang kurasa kau masih tetap ada, meski tersembunyi didalam hati yang terdalam.
Untukmu,
yang telah datang dengan cerita sama hingga kadang berbeda,
meski hanya lewat satu dua patah kata.